Jumat, 12 Oktober 2012
Rabu, 10 Oktober 2012
RAHASIA NEGARA DIKUASAI TETANGGA
JAKARTA – Ketidakmampuan Indonesia menguasai teknologi informasi (TI) membuat Indonesia rentan kebocoran rahasia negara. Apalagi, banyak operator seluler dan internet di Indonesia berpusat di Singapura dan Malaysia.
"Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor TI. Kekhawatiran ini terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet kita memang dikendalikan dari dua negara itu," ujar anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, tadi malam.
Mantan wakil ketua DPRD Papua ini juga mengakui, banyak pihak yang sepertinya belum menyadari urgennya menguasai TI, terutama terkait dengan urusan rahasia negara maupun bisnis bernilai miliaran dolar.
"Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan," ungkapnya.
Sebagaimana berkembang dalam diskusi terbatas itu, khusus dalam soal IT, Indonesia hanya jadi ladang empuk mengais dolar dan ringgit oleh dua negeri jiran tersebut. Ini karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini.
Akibatnya, tiap "voucher" pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (browse), langsung kena "charge" yang terhisap otomatis ke sana. "Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk rahasia negara jadi telanjang di mata negeri 'peanut' Singapura," ujar Benni T.B.N., pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.
Benny kemudian mengungkapkan pula, saat ini nyatanya lalu lintas jaring optik dikendalikan oleh "traffic administrator" di Singapura. "Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau 'dipaksa' melewati 'persimpulan utama' di kota itu. Makanya, apalagi 'rahasia negara' yang tak mereka tahu? Sialnya lagi, satelit Indosat (dulu Palapa) jadi mayoritas milik Temasek (sebuah BUMN Singapura)," ungkapnya lagi.
Akibatnya, lanjut dia, selain kita jadi seperti 'telanjang' dalam informasi apa pun, juga RI cuma berfungsi sebagai pelanggan seluler. "Posisi ini jauh di bawah fungsi distributor seluler. Jadi, kita cuma 'outlet', tukang jual produk IT mereka. Dan yang jelas, banyak perusahaan provider kita cuma nama doang perusahaannya itu milik RI dengan mayoritas saham dikuasai mereka," ujarnya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat03/ann)
Senin, 06 Agustus 2012
Dahlan Iskan Ingin Mobil Listrik Indonesia Beda dari Yang Lain
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan dan beberapa insinyur otomotif dalam negeri sedang menggarap 4 mobil listrik. Diantaranya 1 mobil listrik super yang digarap eksterior dan interiornya bersama rumah modifikasi Kupu-kupu Malam.
Dahlan Iskan ingin kendaraan untuk masyarakat Indonesia itu tampak beda dari mobil listrik di dunia. Tidak hanya dari segi mesin, tapi juga dari segi desain eksterior dan interior.
"Pak Dahlan ingin mobilnya tampak beda. Jika yang ada desainnya hanya gitu-gitu aja, tapi pak Dahlan mau yang berbeda," kata sumber detikOto di Kupu-kupu malam.
Menurutnya Dahlan sangat memantau kegiatan produksi mobil listrik tersebut demi kualitas yang memadai.
"Dia (Dahlan) mantau terus kegiatan kita," ucapnya.
Dikatakannya, Dahlan sudah 2 kali berkunjung ke rumah modifikasi Kupu-kupu Malam untuk menjenguk mobil listrik supernya.
Mobil listrik mewah ini memiliki kecepatan 220 km per jam. Bodinya memiliki dimensi panjang 4.413 meter, dan wheelbase 3 meter dengan banderolan Rp 1,4 - Rp 1,8 miliar on the road Jakarta.
Kupu-kupu Malam sendiri tidak terlibat dalam pengerjaan mesin listrik super tersebut, rumah modifikasi yang biasa memenangi beberapa lomba modifikasi di Indonesia itu hanya mengerjakan eksterior dan interior mobil tersebut.
Dahlan Iskan ingin kendaraan untuk masyarakat Indonesia itu tampak beda dari mobil listrik di dunia. Tidak hanya dari segi mesin, tapi juga dari segi desain eksterior dan interior.
"Pak Dahlan ingin mobilnya tampak beda. Jika yang ada desainnya hanya gitu-gitu aja, tapi pak Dahlan mau yang berbeda," kata sumber detikOto di Kupu-kupu malam.
Menurutnya Dahlan sangat memantau kegiatan produksi mobil listrik tersebut demi kualitas yang memadai.
"Dia (Dahlan) mantau terus kegiatan kita," ucapnya.
Dikatakannya, Dahlan sudah 2 kali berkunjung ke rumah modifikasi Kupu-kupu Malam untuk menjenguk mobil listrik supernya.
Mobil listrik mewah ini memiliki kecepatan 220 km per jam. Bodinya memiliki dimensi panjang 4.413 meter, dan wheelbase 3 meter dengan banderolan Rp 1,4 - Rp 1,8 miliar on the road Jakarta.
Kupu-kupu Malam sendiri tidak terlibat dalam pengerjaan mesin listrik super tersebut, rumah modifikasi yang biasa memenangi beberapa lomba modifikasi di Indonesia itu hanya mengerjakan eksterior dan interior mobil tersebut.
Rabu, 04 Juli 2012
AMERIKA
KALAH PERANG DI VIETNAM, KARENA INDONESIA
Banyak orang tahu Amerika kalah perang di
Vietnam. Tapi yang tidak banyak orang tidak tahu adalah, salah satu sebab
Amerika kalah di Vietnam adalah Indonesia. Kok bisa? Simak sejarahnya. Amerika
adalah negara terkuat di dunia selama beberapa abad belakangan ini. Kuat di
bidang ekonomi, kuat di bidang militer. Sekedar untuk menggambarkan kekuatan
militernya, kita bisa melihat dua fakta:
Pertama, penerimaan
devisa nomor satu di Amerika adalah dari ekspor senjata, baru kemudian dari
ekspor film.
Kedua, PENTAGON,
Departemen Pertahanan Amerika Serikat adalah institusi pemegang hak cipta
terbanyak di dunia. Kebanyakan penemuannya adalah di bidang persenjataan.
Artinya, persenjataan Amerika sudah terbukti paling berkembang di dunia.
Dua fakta ini menunjukkan betapa kuatnya
Amerika. Akan tetapi dengan segala kekuatan ini, Amerika kalah di Vietnam.
Setidaknya dari 2,7 juta orang Amerika yang bertugas dari Vietnam tercatat
58.159 orang tewas, 1.719 hilang, dan 303.635 orang luka-luka (wikipedia).
Memang jumlah ini lebih sedikit dari jumlah orang Vietnam yang tewas, tapi
hengkangnya Amerika dari wilayah Indo Cina tersebut jelas-jelas merupakan fakta
sejarah bahwa Amerika kalah dalam perang Vietnam. Lalu apa hubungannya dengan
Indonesia? Tentara Amerika kalah dalam perang Vietnam karena tidak mampu
menghadapi serangan gerilyawan Vietcong. Gerilyawan Vietcong sangat mengusai
medan pertempuran di hutan-hutan. Mereka sangat menguasai teknik perang
bergerilya. Lalu darimana gerilyawan Vietkong belajar perang gerilya yang
hasilnya menang perang lawan Amerika? Disinilah hubungannya perang Vietnam dan
Indonesia.

Beberapa
pimpinan gerilyawan Vietkong mengatakan bahwa mereka membaca buku “Pokok-Pokok
Perang Gerilya” karangan Jendral AH Nasution dan menjadikannya pedoman mereka
dalam menetapkan strategi. Nasution adalah salah seorang dari 3 Jenderal Besar
bintang 5 di Indonesia. Vietcong tidak berpatokan pada Mao Tse Tung yang juga
ahli perang gerilya karena kondisi alam dan masyarakatnya berbeda. Kondisi alam
dan masyarakat yang paling mirip dengan Vietnam adalah Indonesia dan itu ada
dalam buku karangan Nasution (Dr. Salim Said dan Saleh A Djamhari –sejarawan
UI- mengatakan hal ini dalam beberapa seminar). Jadi tidak berlebihan kalau
dikatakan, Amerika kalah perang (salah satunya) karena Indonesia. Apa
hikmahnya? Tentu saja tulisan ini untuk membangga-banggakan sebuah perang
dengan jutaan korban. Tetap saja perang adalah bencana, dan kita berdoa agar
tidak terjadi lagi. Akan tetapi fakta di atas menunjukkan bahwa pemikiran
seorang anak bangsa Indonesia bisa mempengaruhi peta dunia. Karena itu jangan
ragu untuk berkarya dan menuangkan pikiran kita, karena pemikiran tidak
mengenal batas tempat dan waktu. Fakta sejarah ini juga menunjukkan sekali lagi
kekuatan sebuah tulisan atau sebuah buku. Jutaan orang mungkin punya pengalaman
perang gerilya, tapi akhirnya yang bisa menjadi referensi adalah yang menulis.
Setelah kekalahannya di Vietnam, Amerika berusaha kembali menaikkan citra dan
harga dirinya. Puluhan film-film bertemakan perang Vietnam seperti film Rambo
dan film serinya “Tour of Duty”. bermunculan dengan sudut pandang Amerika
menang melawan gerilyawan Vietnam.
Belajar
dari Vietnam
Amerika kini menghindari perang langsung
kecuali didahului serangan udara bertubi-tubi. Lalu apa yang bisa kita pelajari
dari perang Vietnam? Ya , kita bisa belajar bahwa kita tetap punya kesempatan
untuk bangkit, kita tetap punya kesempatan untuk menang. Pertempuran kita saat
ini bisa berwujud banyak bentuk. Saat ini kita bertempur secara ekonomi,
budaya, politik, dsb. Jika kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kita
bisa terjajah secara ekonomi, budaya, politik, dsb. Jangan bersantai-santai,
karena bangsa kita bisa jadi korban tergilas kemajuan zaman, karena tidak mampu
mengejar persaingan. Bangsa besar yang mungkin lebih harus kita cermati saat
ini justru Cina.
Saat ini Cina adalah kekuatan ekonomi
terbesar kedua setelah Amerika, setelah tahun ini melampaui Jepang. Dalam waktu
tidak terlalu lama diduga Cina akan mampu melampaui Amerika. Kebijakan ekonomi
Cina saat ini mengimpor begitu banyak gas alam dan batu bara dari Indonesia,
bahkan mereka menumpuk-nya untuk cadangan energi. Negara Cina punya material
tersebut di tanah mereka tetapi mereka memilih untuk mengimpor dari Indonesia.
Kenapa? Lihat 10 - 20 tahun mendatang. Bisa jadi kita kehabisan batu bara dan
gas alam (sekarang kita minyak bumi sudah mengimpor) dan ketika harga energi
melambung tinggi mungkin kita justru mengimpor dari Cina dengan harga sangat
mahal.
Di bidang moneter (finansial) Cina juga
sedang berbenah. Cina juga membeli berton-ton emas sebagai cadangan devisanya
(Negara Cina sendiri percaya ke depan cadangan emas lebih kuat dari dollar
Amerika). Langkah ini untuk memperkuat cadangan devisa dollar Amerika milik
Cina yang bahkan jumlahnya lebih banyak dari milik Amerika sendiri. Jika
pemimpin negara kita tidak mencermati keadaan ini, maka masa depan bangsa cukup
mengkhawatirkan. Kini saatnya kita sebagai individu berusaha menyelamatkan
bangsa dimulai dari diri sendiri.Memulai dari diri sendiri dengan membangun
keluarga yang kuat. Memulai dengan membangun keluarga yang mempunyai cita-cita
tinggi dengan spirit No Excuse! Menyiapkan keluarga yang kebal krisis dengan
konsep Think Dinar. Membangun jalinan keluarga berbasis Sakinah. Ingat
tantangan masa depan akan jauh lebih berat! Amerika kalah perang di Vietnam,
karena Indonesia
Motto:
Dengan Sejarah kita bisa melihat masa depan
Sumber: http://altileri.blogspot.com/2011/12/amerika-kalah-perang-di-vietnam-karena.html
Sumber: http://altileri.blogspot.com/2011/12/amerika-kalah-perang-di-vietnam-karena.html
Tiada kerja sama militer Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia
Rabu, 4 Juli 2012 18:04 WIB | 869 Views
Seorang anggota Pasukan Marinir-1 TNI AL mengamati seorang personel Korps Marinir Amerika Serikat memeragakan pelontar dalam latihan bersama CARAT 2012 di Pantai Banongan, Situbondo, Jatim, Selasa (5/6). Korps Marinir Amerika Serikat makin meningkatkan intensitas kerja samanya dengan negara-negara sejawat di Kawasan Pasifik, baik untuk meninggikan profisiensi militernya ataupun untuk operasi militer selain perang. (FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
... Jelas tidak ada pertahanan segitiga, trilateral, Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia... Indonesia persis berada di tengah-tengah teater itu...
Berita Terkait
"Sikap Indonesia dalam hal ini telah jelas, tegas dan konsisten, tidak akan menjadikan kawasan menjadi ajang konflik," kata Yudhoyono, dalam konferensi pers, di Darwin, Rabu. Jika tidak memahami konteksnya, hal ini bisa disalahartikan bahwa diwacanakan dibentuk pakta pertahanan di kawasan itu.
Yudhoyono berpendapat, latihan penanggulangan bencana di antara militer itu sebaiknya melibatkan Indonesia, Australia, negara-negara ASEAN, Jepang, India, Korea serta Amerika Serikat, dan China; sehingga akan membangun kepercayaan di kawasan.
"Itu saya usulkan dan saya harapkan. Jelas tidak ada pertahanan segitiga, trilateral, Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Tapi Indonesia setuju kerjasama di kawasan ini melibatkan semua untuk menghadapi yang disebut dengan operasi penanganan bencana, itu yang perlu saya jelaskan," katanya.
Sejak pertengahan 2011 potensi ketegangan keamanan dan pertahanan di Pasifik Barat bisa mengkristal. Terdapat konflik saling klaim antara China, Filipina, Viet Nahm, Brunei Darussalam, atas Laut Filipina Barat atau Laut China Selatan.
"Ketika saya mendengar pemikiran yang menjadi sponsor, meskipun ini baru semacam gladi posko,table top exercise, seolah-olah Indonesia, Australia dan Amerika Serikat, saya mengatakan jelas dan tegas kepada semua, itu bisa menimbulkan salah pengertian kalau yang bekerjasama hanya tiga negara," katanya.
Presiden juga menyayangkan pemberitaan yang mengesankan kerjasama latihan operasi militer menanggulangi bencana dengan Australia seolah kerjasama pertahanan.
Apalagi penempatan Korps Marinir Amerika Serikay untuk penanggulangan bencana di Darwin dijadikan penambah kesan tersebut.
Yudhoyono menjelaskan, kerjasama operasi militer penanggulangan bencana merupakan inisiatif bersama Indonesia dan Australia, yang kemudian dituangkan dalam joint paper, yaitu kerjasama di Kawasan Asia Timur yang disampaikan dalam East Asia Summit di Bali tahun lalu.
Kerjasama ini untuk menghadapi bencana alam, utamanya tanggap darurat menghadapi bencana alam. "Idenya adalah kita harus selalu bekerjasama mengingat besarnya kemungkinan adanya bencana di kawasan ini," katanya.
Kerjasama ini memiliki tiga pilar yaitu berbagi informasi, menghilangkan sumbatan ketika akan memberikan bantuan ke daerah bencana dan saling ketersediaan.
Yudhoyono mengatakan, sejak pertemuan EAS dan juga pertemuan tahunan antarpimpinan Indonesia-Australia pertama di Bali, November 2011, Indonesia selalu meminta agar melibatkan semua pihak.
Hal itu juga disampaikan Yudhoyono kepada Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, saat keduanya bertemu di Darwin, 3 Juli 2012 kemarin dalam pertemuan tahunan antarpimpinan Indonesia - Australia kedua.
(M041)
Sejak pertengahan 2011 potensi ketegangan keamanan dan pertahanan di Pasifik Barat bisa mengkristal. Terdapat konflik saling klaim antara China, Filipina, Viet Nahm, Brunei Darussalam, atas Laut Filipina Barat atau Laut China Selatan.
Di sisi lain penguatan profil militer China yang bisa menjadi hegemoni di kawasan juga memantik kewaspadaan negara-negara di kawasan itu, termasuk Amerika Serikat, yang memastikan kehadiran 2.500 personel Korps Marinir-nya di Darwin, Teritori Utara Australia.
Indonesia persis berada di tengah-tengah teater itu.
Untuk itu, Yudhoyono tidak ingin latihan militer untuk penanggulangan bencana di antara militer itu hanya diikuti oleh tiga negara, Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Sebab hal itu dapat menimbulkan salah persepsi dan ketegangan di kawasan.
"Ketika saya mendengar pemikiran yang menjadi sponsor, meskipun ini baru semacam gladi posko,table top exercise, seolah-olah Indonesia, Australia dan Amerika Serikat, saya mengatakan jelas dan tegas kepada semua, itu bisa menimbulkan salah pengertian kalau yang bekerjasama hanya tiga negara," katanya.
Presiden juga menyayangkan pemberitaan yang mengesankan kerjasama latihan operasi militer menanggulangi bencana dengan Australia seolah kerjasama pertahanan.
Apalagi penempatan Korps Marinir Amerika Serikay untuk penanggulangan bencana di Darwin dijadikan penambah kesan tersebut.
Yudhoyono menjelaskan, kerjasama operasi militer penanggulangan bencana merupakan inisiatif bersama Indonesia dan Australia, yang kemudian dituangkan dalam joint paper, yaitu kerjasama di Kawasan Asia Timur yang disampaikan dalam East Asia Summit di Bali tahun lalu.
Kerjasama ini untuk menghadapi bencana alam, utamanya tanggap darurat menghadapi bencana alam. "Idenya adalah kita harus selalu bekerjasama mengingat besarnya kemungkinan adanya bencana di kawasan ini," katanya.
Kerjasama ini memiliki tiga pilar yaitu berbagi informasi, menghilangkan sumbatan ketika akan memberikan bantuan ke daerah bencana dan saling ketersediaan.
Yudhoyono mengatakan, sejak pertemuan EAS dan juga pertemuan tahunan antarpimpinan Indonesia-Australia pertama di Bali, November 2011, Indonesia selalu meminta agar melibatkan semua pihak.
Hal itu juga disampaikan Yudhoyono kepada Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, saat keduanya bertemu di Darwin, 3 Juli 2012 kemarin dalam pertemuan tahunan antarpimpinan Indonesia - Australia kedua.
(M041)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Rabu, 06 Juni 2012
London (ANTARA News) - Memasuki paviliun Indonesia pada event 10 tahunan Floriade yang mengusung tema "Wonderful Islands" serasa memasuki Taman Mini Indonesia Indah.
Pada pameran Holtikultura Floriade dari April hingga Oktober 2012 di Desa Venlo, Belanda. yang berbatasan dengan Jerman dan Brusel itu berbagai rumah adat menghiasai Paviliun Indonesia.
Rumah-rumah daerah seperti joglo, rumah Betawi, rumah Toraja, Dayak, lumbung beras Bali dan bale bengong gazebo itu dirancang tim disain beranggotakan Hengki Heksanto, Basuki Triwidodo, M Sinbed, Hari Hartono dan Arif Munandar.
Miniatur candi Borobudur, gunungan berukuran besar, Kul kul Tower, pintu gerbang Wringin Lawang dan Gupolo Stupa menyambut pengunjung dari berbagai negara di dunia.
Lokasi pavilion Indonesia sendiri sangat strategis, di seberang panggung amphitheatre, dan dikelilingi taman.
"Indonesia mendapat kehormatan untuk memilih lokasi yang diinginkan sebelum negara lainnya," ujar Direktur Proyek Floriade Stven Stimac kepada ANTARA.
Memang tidak selengkap Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, namun paling tidak telah terwakili beberapa rumah tradisional dari beberapa daerah, kata Ir Hengki Heksanto yang juga Ketua Umum Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI).
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar yang juga aa di sana mengakui memang sulit mengakomodasi seluruh daerah pada ajang Floriade.
"Memang belum semua rumah adat daerah yang terwakili," ujar Sapta yang juga menjabat Ketua Komite Floriade kepada ANTARA yang diundang khusus meliput Floriade, pekan silam.
Kehadiran Sapta di Venlo adalah untuk memimpin rapat teknis dan menindaklanjuti penyelenggaraan Floriade bersama dengan 42 anggota dari berbagai negara peserta Floriade.
Usai rapat, Sapta mengajak peserta rapat komite Floriade untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia, dari seni sampai kuliner.
Dia mengatakan Indonesia harus bangga dengan kekayaan yang dimilikinya, apalagi dunia mengakui ketinggian budaya Indonesia ini.
Menurut Sapta, Floriade dimanfaatkan Indonesia untuk mempromosikan tidak saja holtikultura tetapi juga budaya.
Diajak menari
Seperti Taman Mini Indonesia Indah yang menampilkan tarian, begitupun pavilion Indonesia Floriade.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sampai mengundang kelompok Sangar tari Ayoub Zhikrah .
Para penari Vetty Ramasita, Ardhiah Daryanti dan Mina Meylina si Putri Malam, serta pemusik Armen Suwandi, Mukhlis Ansari dan Ayoub Asra Sykra menghibur undangan dengan tari-tarian seperti tari topeng dan Japin.
Para undagan bahkan diajak menari, termasuk Stven Stimac, Project Director Floriade.
Selama seminggu sangar tari Ayoub Zhikrah menampilkan Tari Kalenyek, Tari Kembang Topeng Betawi, Lenggan Betawi, Tari Dayak, tari Pakkarena dari Sulawesi, dan Tari Zarra Japin.
"Saya senang bisa menampilkan kesenian Indonesia di pameran holtikultura Floriade yang diadakan sepuluh tahun sekali," ujar pimpinan Sangar Ayoub Zhikrah kepada ANTARA.
Mereka juga mendapat kehormatan mengisi acara yang dihadiri tamu kehormatan para dubes dan pimpinan ketika pameran itu dibuka April lalu.
Mina Meylina si Putri Malam mengaku tampil Floriade adalah kehormatan baginya. Mina juga senang mengajak undangan menari bersama.
"Suatu prestise bagi penari bisa tampil di Floriade yang digelar setiap sepuluh tahun sekali dan memperkenalkan budaya bangsa yang beraneka ragam ke mata dunia," ujar Mina.
Batik dan Spa
Selain itu juga digelar pameran kerajinan Indonesia dan demo membatik oleh Hendra Kuswara dari Yogjakarta dan spa dari Martha Tilaar yang diberikan Peni Fitrianingsih.
Para pengunjung mendapat pelayanan spa selama beberapa menit, bahkan Duta Besar Israel untuk Belanda pun ikut merasakan Spa Indonesia yang mengunakan ramuan tradisional itu.
Indonesia berupaya menarik wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Floriade, seperti pasangan dari Jerman yang khusus mengunjungi paviliun Indonesia demi menyaksikan keaneragaman rumah adat dan juga kesenian.
Sementara suster Thecla MASF yang pernah mengabdi di pedalaman Kalimantan sebagai missionaris berkata, "Saya kangen dengan kehidupan di pedesaan. Saya pernah bertugas di pedalaman pada tahun 1965".
Suster Thecla kini menetap di kota kecil di Belanda. Dia datang bersama rombongan satu bus guna menyaksikan paviliun Indonesia.
Belanda adalah salah satu tujuan utama wisata dunia. Berbagai event budaya, pameran dan konvensi Internasional berskala besar banyak diselenggarakan di negeri ini.
Bandara utama Belanda, bandara Schiphol adalah salah satu pintu masuk utama ke Eropa. Bandara ini adalah keempat terbesar dalam jumlah penumpang. 42.541.000 orang singgah di bandara ini per tahun.
Untuk Indonesia, penerbangan langsung Jakarta-Amsterdam kian membuka peluang meningkatnya kunjungan wisatawan Eropa, khususnya Belanda, ke Indonesia.
Event 10 tahunan Floriade yang sudah tiga kali diikuti Indonesia --setelah 1992 di Zoetermeer, Rotterdam dan 2002 di Harlemmermeer, Amsterdam-- akan turut membuka Eropa untuk Indonesia.
Pada Floriade tahun 2002, pavilion Indonesia meraih penghargaan sebagai pavilion terbaik. Floriade sendiri telah berlangsung sejak 1964 yang diadakan di Euromaas, Rotterdam.
Timken Buka Kantor Baru di Jakarta
CANTON, Ohio dan JAKARTA, Indonesia, 26 Agustus /PRNewswire-AsiaNet/ -- Konsisten dengan strateginya melayani pertumbuhan di seluruh Asia, Perusahaan Timken (NYSE: TKR) telah membuka kantor baru di Jakarta, Indonesia. (Logo: http://photos.prnewswire.com/prnh/20100210/TIMKENLOGO ) (Logo: http://www.newscom.com/cgi-bin/prnh/20100210/TIMKENLOGO ) Kantor di Jakarta ini, yang berafiliasi dengan anak perusahaan Timken Singapore Pte, Ltd., akan melayani permintaan yang kian berkembang di kawasan ini, terutama dari pelanggan dalam industri logam, pertambangan, semen, kereta api, energi dan pembangkit listrik. "Mendirikan kantor yang memberikan dukungan lokal kepada para distributor dan pelanggan merupakan langkah penting guna meningkatkan layanan kami di pasar ini," kata Roger W. Lindsay, wakil presiden senior Timken Asia-Pacific. "Dengan lokasi baru ini, perwakilan dan distributor kami akan mampu meningkatkan ketersediaan produk Timken untuk mesin dan peralatan, yang penting untuk pembangunan di kawasan tersebut." Alamat kantor baru ini: Timken Singapore Pte Ltd Kantor Perwakilan untuk Indonesia Menara Karya, Lantai 28, Suite M-28 Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2 Jakarta 12950 Indonesia Tentang Perusahaan Timken Perusahaan Timken (NYSE: TKR, http://www.timken.com) membuat dunia berputar dengan manajemen friksi (gesekan) inovatif serta produk dan jasa transmisi daya, yang memungkinkan mesin pelanggannya bekerja lebih efisien dan handal. Dengan penjualan sebesar $3,1 miliar pada tahun 2009, operasi di 27 negara/wilayah dan sekitar 17.000 karyawan, Timken is Where You Turn(R) untuk kinerja yang lebih baik. Kontak media: Lorrie Paul Crum, Manager Media Global dan Komunikasi Strategis, Telepon: (330) 471-3514, Mobile: (330) 224-5021, lorrie.crum@timken.com Kontak Investor: Steve Tschiegg, Direktur - Hubungan Pasar Modal dan Investor, Telepon: (330) 471-7446, steve.tschiegg@timken.com SUMBER: Perusahaan Timken KONTAK: Media, Lorrie Paul Crum, Manager - Media Global dan Komunikasi Strategis, +1-330-471-3514, or Mobile, +1-330-224-5021, lorrie.crum@timken.com, atau Investor, Steve Tschiegg, Direktur - Hubungan Pasar Modal dan Investor, +1-330-471-7446, steve.tschiegg@timken.com, keduanya dari Perusahaan Timken
Langganan:
Postingan (Atom)
